Bagaimana Orang Dewasa Dapat Mengatasi Ketakutan Dokter

Bertentangan dengan apa yang dipercayai beberapa orang, anak-anak bukanlah satu-satunya orang yang berurusan dengan rasa takut terhadap dokter. Menurut artikel WebMD berjudul, Beyond White Coat Syndrome, hampir 20 persen populasi mengalami masalah ini. Dengan itu dikatakan, Nathan Consedine, PhD, seorang profesor Departemen Kedokteran Psikologi di The University of Auckland, memastikan bahwa perasaan ini tidak keluar dari norma. Dia menyatakan bahwa ketakutan ini tidak berkaitan langsung dengan profesional medis itu sendiri. Namun, orang menghubungkan rumah sakit, kantor dokter, dan klinik dengan penyakit, penyakit, dan cedera, sehingga menciptakan perasaan gelisah alami. Untungnya, orang tidak harus menghindari dokter sama sekali sebagai cara untuk mengatasi kekhawatiran mereka. Sebagai gantinya, ada beberapa langkah bermanfaat yang bisa diambil.

Fokus pada Positif

Memilih untuk fokus pada sisi positif adalah cara yang bagus untuk menghindari kecemasan ini. Salah satu tugas utama profesional medis adalah perawatan pencegahan. Ketika seseorang melakukan perjalanan ke dokter secara teratur, dia membantu memastikan kesehatan mereka sekarang dan di masa depan. Misalnya, dokter dapat menemukan masalah sebelum berkembang. Tumor, khususnya, dapat tumbuh dan menjadi kanker atau bahkan mengancam jiwa. Namun, ketika mereka ditemukan pada tahap awal, tindakan pencegahan dapat diambil dan banyak nyawa dapat diselamatkan. Jadi, upside yang dapat datang dengan melihat seorang spesialis jauh melebihi segala ketakutan.

Kejujuran adalah kebijakan terbaik

Orang-orang yang berurusan dengan kecemasan harus jujur ​​dengan diri mereka sendiri, serta para profesional medis yang akan merawat mereka. Mungkin terasa sedikit memalukan bagi sebagian orang, tetapi mengakui perasaan ini kepada perawat atau dokter dapat sangat membantu. Sebagian besar spesialis medis masuk ke lapangan karena mereka memiliki kepedulian dan kepedulian yang mendalam terhadap orang-orang dan kesehatan mereka. Jadi, lebih dari mungkin, dokter yang terhormat akan memperhatikan masalah ini dengan serius dan akan mengambil langkah untuk memastikan bahwa pasien mereka nyaman dan rileks dan mungkin.

Jangan Pergi Sendiri

Orang biasanya tidak melihat kedua ketika mereka melihat seorang anak masuk ke rumah sakit atau klinik dengan orang lain. Sebagian orang dewasa cenderung berpikir bahwa anak-anak dapat ditemani oleh orang lain. Namun, mengajak teman yang dipercaya, rekan kerja, atau orang yang Anda cintai untuk berkunjung adalah cara yang bagus untuk meredakan ketakutan. Tentu saja, itu harus menjadi orang yang dapat dipercaya dengan hati yang memahami, bukan seseorang yang akan menganggap enteng ketakutan.

Mengunjungi dokter secara teratur diperlukan untuk memastikan kesehatan dan mencegah penyebaran penyakit dan penyakit. Meskipun ini benar, itu tidak secara otomatis menghilangkan ketakutan dan kekhawatiran sebagian orang. Kabar baiknya adalah ada beberapa langkah yang dapat diambil untuk membantu mengatasi kecemasan ini. Berfokus pada sisi positif, bersikap jujur, dan bergantung pada dukungan orang lain adalah cara hebat untuk mengatasi masalah ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *